• Breaking News

    Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Silahkan dengarkan Glest Radio 774 AM Streaming Di Sini...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::...GLEST GO Green...:::...Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

    Roy Suryo: Tak Perlu 'Lebay' Tanggapi SMS Fitnah

    GlestRadio.comJakarta - Anggota Fraksi Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat, Roy Suryo, menyayangkan Presiden sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, menanggapi secara langsung soal SMS fitnah dari pihak yang mengatasnamakan M. Nazaruddin. Menurut Roy, tanggapan soal SMS itu seharusnya cukup disampaikan oleh juru bicara. "Presiden lebih baik berkonsentrasi pada kepentingan yang lebih besar," kata Roy Suryo di Gedung DPR, Selasa 31 Mei 2011.


    Namun, pengamat telematika ini mengaku tak menyalahkan SBY. Kendati demikian, menurut Roy pernyataan tersebut lebih baik jika disampaikan melalui juru bicara walaupun itu adalah hak Presiden. "Presiden boleh gundah. Saya mengkritik orang orang di sekitar Presiden. Presiden punya 12 staf khusus. Presiden punya juru bicara, sampaikan saja melalui juru bicara. Itu lebih elite."

    Roy juga menegaskan SMS tersebut dipastikan bukan berasal dari nomor Singapura. Karena itu tidak perlu ditanggapi serius dan tidak perlu dilaporkan kepada kepolisian. Pasalnya, sampai hari ketiga SMS tersebut beredar, tidak ada yang menerima pesan secara langsung. Rata-rata pesan tersebut didapat dari milis dan forward (terusan) SMS.


    "Sudah biarkan saja deh, tidak perlu lebay (berlebihan)," ujarnya. "Insya Allah saya salah. Saya akan sangat berterima kasih kalau ada yang mengaku pertama kali mendapat SMS tersebut." 

    Menurut Roy, sejauh ini SMS tersebut sumbernya tidak tepercaya dan nomornya bisa dipastikan dibuat di sini, semudah orang mengetik +65. Kecuali ada orang yang mengaku langsung mendapatkan SMS tersebut secara langsung. "Ini sulit, kalau itu ditulis di jejaring sosial. Sulit mendapatkan color ID-nya," kata Roy, seraya mengingatkan meneruskan berita fitnah dan bohong juga bisa dijerat dengan Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).


    Seperti dikabarkan sebelumnya, Sabtu, 28 Mei 2011 lalu, sebuah pesan singkat dari pihak yang mengaku-aku sebagai M. Nazaruddin, bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, tersebar di kalangan media dan masyarakat. Pesan itu berisikan "ancaman" dari "Nazaruddin" yang akan membongkar bobrok para petinggi Demokrat.


    Pesan itu menohok sejumlah nama petinggi partai itu, termasuk Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. Ancaman itu dilontarkan "Nazaruddin" karena ia dicopot dari jabatannya lantaran dituding terkait dengan berbagai kasus, salah satunya kasus dugaan suap proyek Wisma Atlet SEA Games.


    Ketua Dewan pembina Demokrat, sekaligus Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menanggapi soal penyebaran SMS ini. Dalam jumpa pers di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Senin 30 Mei 2011 kemarin, Presiden menegaskan apa yang tertera dalam pesan pendek itu seribu persen merupakan fitnah.


    "Saya menyeru supaya tidak diteruskan. Saya juga menyeru mereka yang difitnah untuk menggunakan haknya," kata SBY sebelum meninggalkan Jakarta menuju Pontianak, Kalimantan Barat, untuk meresmikan puncak acara Hari Kesatuan Gerakan PKK 2011.


    ALWAN RIDHA RAMDANI | EKO ARI WIBOWO

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Feng Shui

    Otomotif

    Promo