• Breaking News

    Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Silahkan dengarkan Glest Radio 774 AM Streaming Di Sini...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::...GLEST GO Green...:::...Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

    Wapres Tak Tanggapi Curhat Gubernur Ratu Atut

    GlestRAdio.com - Tangerang Selatan - Kunjungan Wakil Presiden Boediono ke Tangerang Selatan, Banten, tidak dilewatkan oleh Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah untuk curhat. Atut berkeluh kesah tentang kondisi pendidikan di wilayahnya.
    Menurut Atut, saat ini di Banten ada 105 universitas, 4 di antaranya berstatus perguruan tinggi negeri (PTN). Namun, pendidikan tingkat menengah, khususnya SMA, di Banten masih di bawah rata-rata nasional.

    "Untuk pendidikan SMA, APK (Angka Pastisipasi Kasar) masih berada di bawah rata-rata nasional," kata Atut dalam sambutannya saat peresmian STIE Prasetiya Mulya di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Jumat (27/5/2011).

    Atut menjelaskan, rendahnya partisipasi SMA itu dikarenakan terbatasnya ruangan sekolah. Atut pun meminta agar pemerintah pusat menggelontorkan lebih banyak anggaran ke Banten agar ruang kelas SMA bisa diperbanyak.

    "Semoga kehadiran Bapak Wapres ini memberikan manfaat untuk meningkatkan APK SMA. Kami meminta anggaran supaya ruang kelas ini bisa lebih banyak lagi," lanjut Atut.

    Namun, gayung rupanya tak bersambut. Curhatan Ratu Atut tidak ditanggapi oleh Wapres Boediono, yang hadir didampingi Menteri Pendidikan Nasional M Nuh. Wapres memang sempat menyinggung pidato Atut, namun tidak ada menjawab permintaannya.

    Wapres lebih banyak berbicara mengenai pentingnya pendidikan untuk menyiapkan generasi muda masuk ke dunia kerja. Menurut Wapres, ke depan akan makin banyak generasi-generasi muda produktif yang muncul. Namun, jika tidak disiapkan, deviden demografi ini bisa mendatangkan kerugian.

    "Ini potensial, tapi ada aspek di mana mereka tidak dapat pekerjaan dan akhirya timbul gonjang-ganjing. Ke depan harus dibuka jalan bagi anak-anak ini untuk mendapat kerja atau mendapat ruang untuk berkiprah secara produktif," kata Wapres.

    (irw/ndr)

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Feng Shui

    Otomotif

    Promo