• Breaking News

    Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Silahkan dengarkan Glest Radio 774 AM Streaming Di Sini...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::...GLEST GO Green...:::...Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

    Larangan Ekspor Ternak ke RI Munculkan Banyak Protes

    GlestRadio.com - Keputusan pemerintah Australia menghentikan sementara ekspor hewan ternak ke Indonesia ternyata mengundang kontroversi. Protes muncul dari kalangan eksportir Australia sendiri karena penghentian itu justru merugikan industri hewan ternak mereka. 

    Menurut harian The Wall Street Journal, penghentian ekspor itu diumumkan Menteri Pertanian Australia, Joe Ludwig, setelah muncul protes dari publik atas laporan bahwa hewan ternak asal Negeri Kanguru itu mengalami penyiksaan yang sadis sebelum disembelih di rumah-rumah jagal Indonesia. 


    Penghentian ini berlangsung hingga enam bulan dan bisa sewaktu-waktu dicabut bila sudah jaminan bahwa penjagalan hewan ternak di Indonesia telah sesuai dengan prosedur yang disepakati.

    Namun, kebijakan Australia itu mengundang protes dari kalangan pelaku industri domestik. Agen penjual ternak, Tim McHugh, menilai penghentian sementara itu akan berdampak besar bagi rumah-rumah ternak, terutama di kawasan utara Australia.

    Bagi dia, alasan penghentian itu tidak bisa dimengerti apalagi kalau sampai didasarkan pada pertimbangan yang emosional. "Kenyataannya adalah bukan tanggungjawab kita lagi bila produk-produk kita itu sudah dibeli oleh negara lain dan bagaimana mereka memperlakukannya begitu berada di tangan mereka," kata McHugh, seperti yang dikutip stasiun berita Australian Broadcasting Corp.

    Sementara itu, Jock Laurie yang memimpin kelompok pelobi dari National Farmers' Federation memahami keputusan pemerintah itu. "Kalangan industri secara keseluruhan sangat gusar atas tayangan yang mereka lihat di Indonesia," kata Laurie kepada ABC Radio.

    Namun, dia mengingatkan bahwa penghentian ekspor ini berdampak bagi mereka yang terlibat dalam industri hewan ternak. Dampak ini dirasakan oleh pelaku jasa transportasi, pelabuhan, pekerja pengapalan, dan produsen ternak.

    Bagi Laurie, kebijakan itu bisa mendatangkan kerugian bagi pelaku industri hewan ternak. Maka, dia menilai pemerintah juga perlu memikirkan kompensasi bagi para pelaku industri hewan ternak dan pihak-pihak yang terkait.

    Indonesia dikenal sebagai pasar terbesar bagi ekspor hewan ternak Australia. Menurut kantor berita Associated Press, ekspor hewan ternak ke negeri ini mendatangkan pemasukan bagi Australia senilai A$330 juta, atau sekitar Rp2,9 triliun per tahun. 

    Keputusan penghentian ekspor itu muncul setelah adanya laporan investigasi dari stasiun televisi ABC pada 30 Mei mengenai perlakuan brutal dan penyiksaan hewan ternak sebelum disembelih di rumah-rumah potong Indonesia. Laporan yang disertai tayangan gambar di televisi itu mengundang reaksi keras dari publik. (adi)
    • VIVAnews

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Feng Shui

    Otomotif

    Promo