• Breaking News

    Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Silahkan dengarkan Glest Radio 774 AM Streaming Di Sini...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::...GLEST GO Green...:::...Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

    Indonesia Rasakan Dampak Badai Matahari

    Glest Radio .com - Badai matahari yang diperkirakan beberapa ahli akhirnya melanda Bumi. Badai geomagnetis ini disebabkan oleh letusan suar (flare) matahari yang terjadi Senin (23/1) dan mencapai Bumi pada Selasa (24/1) malam waktu Indonesia. Meski kecil, dampaknya masih berlangsung di Indonesia sampai hari ini. 

    "Dampaknya terhadap operasional satelit terasa hingga Rabu ini," tutur Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lapan, Prof. Dr. Thomas Djaludin, saat ditemui di Jakarta, Rabu (25/1). "Flare (ledakan) yang cukup kuat ini adalah pertama kali sejak Mei 2005 atau sejak tujuh tahun lalu." 

    Menurut Thomas, flare itu juga diikuti oleh CME (Coronal Mass Ejection), lontaran massa dari korona matahari. Terutama proton dengan kecepatan tinggi, yakni sampai 1.400 km/detik. Partikel bermuatan itu tampak seperti hujan salju dan disebut dengan CME halo. Karena partikel itu tampak seperti melingkupi seluruh piringan matahari. 

    "Lapisan ionosfera terganggu sehingga menimbulkan gangguan komunikasi radio pada 23 Januari sore," ungkap peneliti matahari dari Lapan Bandung, Clara Yono Yatini. "Namun, sejauh ini kami belum mendapat laporan gangguan dari masyarakat dan operator seluler." 

    Badai ini juga mempengaruhi belahan Bumi lainnya. Akibatnya, maskapai penerbangan Amerika Serikat Delta Air Lines, mengubah rute sejumlah penerbangan yang melewati daerah Kutub Utara. Penerbangan Senin (23/1) malam waktu setempat dari Hong Kong, Shanghai dan Seoul menuju Detroit, Amerika, juga terpaksa mengambil jalur lebih ke selatan. 

    Pemindahan rute itu dilakukan untuk menghindari efek negatif dari badai matahari terbesar dalam hampir satu dekade tersebut. Sebab radiasi ini juga mempengaruhi manusia yang berada di luar angkasa maupun di ketinggian, seperti di pesawat. Selain itu, radiasi juga berpotensi mengisolasi sistem komputer yang ada pada satelit Bumi, merusak sambungan listrik, dan mengganggu transmisi radio. (wk/mr)

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Feng Shui

    Otomotif

    Promo