• Breaking News

    Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Silahkan dengarkan Glest Radio 774 AM Streaming Di Sini...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::...GLEST GO Green...:::...Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

    Target Penghematan BBM Bersubsidi 568.000 Kiloliter


    JAKARTA, GlestRadio .com — Pemerintah menargetkan penghematan bahan bakar minyak bersubsidi tahun ini, dari sejumlah program penghematan energi yang diinstruksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sebesar 568.000 kiloliter.
    Rinciannya, penghematan BBM bersubsidi dari program larangan pemakaian BBM bersubsidi bagi kendaraan dinas pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan BUMD sebesar 135.000 kiloliter. Penghematan dari larangan penggunaan BBM bersubsidi bagi mobil barang perusahaan pertambangan dan perkebunan sebesar 450.000 kiloliter. Adapun penghematan dari konversi BBM ke bahan bakar gas (BBG) 8.000 kiloliter.
    "Penghematan dari konversi BBM ke BBG kecil karena baru bisa jalan pada Oktober mendatang. Tetapi, tahun depan, penghematan BBM bersubsidi dari konversi itu akan makin banyak," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik seusai acara sosialisasi gerakan penghematan energi kepada jajaran sekretariat jenderal semua kementerian, Rabu (30/5/2012), di Jakarta.
    Adapun program penghematan pemakaian tenaga listrik di gedung-gedung perkantoran instansi pemerintah diperkirakan akan menghemat rekening listrik sekitar 20 persen.
    Pemerintah menerbitkan empat peraturan Menteri ESDM dalam rangka penghematan energi. Salah satunya adalah aturan pelarangan BBM bersubsidi untuk mobil dinas pemerintah pusat, pemda, BUMN, dan BUMD yang mulai berlaku 1 Juni 2012 di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
    Pada Selasa, stiker BBM nonsubsidi sudah diserahkan kepada setiap instansi agar ditempel ke semua mobil milik pemerintah, terutama mobil dinas pelat hitam. "Anggaran transportasi tetap meski memakai BBM nonsubsidi, jadi harus lebih efisien," kata Jero Wacik.
    Kementerian ESDM akan melakukan sosialisasi kepada pemilik SPBU bahwa mobil dinas yang memakai stiker khusus tidak boleh memakai BBM bersubsidi. "Karena ini segera berlaku pada 1 Juni nanti, kalau ada yang lolos, itu baru percobaan. Tetapi, mungkin saja ada yang sedang ke luar kota dan belum memakai stiker sehingga nyelonong membeli BBM bersubsidi. Mereka harus diingatkan agar menggunakan BBM nonsubsidi," tuturnya.

    Sumber : Kompas

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Feng Shui

    Otomotif

    Promo