• Breaking News

    Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Silahkan dengarkan Glest Radio 774 AM Streaming Di Sini...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::...GLEST GO Green...:::...Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

    Wisata ke Kerajaan Tertua di Indonesia


    JAKARTA,GlestRadio.com – Pariwisata Kabupaten Kutai Kertanegara masih mengandalkan ekowisata.  Borneo Orangutan Survival (BOS) dan Bukit Bengkirai menjadi dua daya tarik utama untuk bidang ekowisata.

    “Wisatawan mancanegara datang untuk ekowisata. Orang Jepang misalnya senangnya ke Bukit Bengkirai yang ada jembatan kayu yang besar di antara pohon dan BOS untuk bertemu orangutan. Orang Eropa banyak yang datang ke BOS,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kutai kertanegara Sri Wahyuni pada saat jumpa pers Festival Adat Erau di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

    Oleh karena itu, lanjut Sri, pihaknya tengah berupaya mempromosikan sisi budaya dari Kutai Kertanegara sebagai pilihan wisata di kabupaten yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur tersebut.

    Senada dengan Sri, Bupati Kutai Kertanegara Rita Widyasari mengungkapkan Kutai Kertanegara masih didominasi oleh wisatawan nusantara. Sementara turis asing lebih memilih untuk bertandang ke BOS.

    “Padahal kami ada Pulau Kumala yang berada di tengah sungai. Ada museum kayu. Lalu situs-situs kerajaan dapat dilihat di Muara Kaman,” tuturnya.

    Muara Kaman inilah yang dipandang sebagai lokasi Kerajaan Kutai, kerajaan Hindu pertama di Indonesia. Menurut Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar, wisata sejarah seharusnya menjadi andalan Kutai Kertanegara.

    “Kerajaan pertama di Indonesia ya di Kutai Kertanegara. Jadi tidak sekedar sejarah dipelajari di sekolah tapi live culture yang bisa kita lihat langsung. Cikal bakal kerajaan di Kalimantan itu, spekturm Hindu kemudian menyebar ke mana-mana dan bisa kita lihat sampai yang ada di Prambanan sekarang ini,” jelas Sapta.

    Selama ini, lanjut Sapta, pihaknya telah mempromosikan Kalimantan, termasuk Kutai Kertanegara ke pasar-pasar luar negeri seperti Australia. Hanya saja, ia mengakui pihaknya lebih mempromosikan mengenai suku Dayak.

    “Kami masih ‘jual’ lebih ke tentang Dayak bukan Kutai Kertanegara sebagai lokasi kerajaan Hindu pertama di Indonesia. Tetapi ini promosi untuk wisatawan nusantara juga bisa, karena orang kita sendiri banyak yang belum tahu kalau Kutai adalah kerajaan tertua,” tutur Sapta.

    Akses ke Kutai Kertanegara

    Menurut Sapta, sudah banyak maskapai yang melayani rute menuju Balikpapan. Memang, untuk menuju Kabupaten Kutai Kertanegara perlu ditempuh perjalanan darat selama tiga sampai empat jam dari Balikpapan.

    Sementara itu, Rita mengungkapkan pihaknya tengah merencanakan dua jembatan sebagai akses penghubung. Salah satunya adalah jembatan yang menggantikan Jembatan Kutai Kertanegara yang roboh di bulan November 2011. Rencananya kedua jembatan ini akan selesai di tahun 2014.

    “Kami juga berniat untuk membangun bandara di Kutai,” katanya.

    Editor :
    kadek/kompas

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Feng Shui

    Otomotif

    Promo