• Breaking News

    Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Silahkan dengarkan Glest Radio 774 AM Streaming Di Sini...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::...GLEST GO Green...:::...Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

    Ternyata Tangerang, Metropolitan yang Belum Siap Tumbuh

    Tangerang - GlestRadio - Stigma Kota Tangerang masih di bawah bayang-bayang DKI Jakarta memang belum hilang, terutama jika dikaitkan dengan persoalan kebutuhan layanan kehidupan masyarakatnya. Contoh sederhana, untuk perawatan kesehatan, warga kota ini masih mencari rumah-rumah sakit di Ibukota. Padahal, Kota Tangerang seharusnya sudah menjadi kota mandiri yang bisa memenuhi kebutuhannya sendiri.

    Demikian pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Jakarta, Yayat Supriyatna di Jakarta, Jumat (4/10/2013). Artinya, sebagai kebutuhan paling utama kehadiran rumah sakit di kawasan ini belum diperhitungkan.

    "Kota Tangerang berkembang di bawah bayang-bayang Jakarta, masih sangat dipengaruhi oleh Jakarta. Padahal, potensi ekonomi Kota Tangerang itu ada, bahkan banyak. Jika tidak segera berbenah diri, kota ini bakal tertinggal dari kompetitornya, yakni Tangerang Selatan," ujar Yayat. 

    Namun begitu, ada hal menarik dari dua kota ini, yaitu semacam "kontes" berebut status kota otonom. Namun, tampaknya, Tangerang Selatan mulai mengimbangi, bahkan sedikit lebih maju ketimbang Kota Tangerang. 

    Kota Tangerang sendiri bisa diibaratkan sebagai metropolitan yang belum siap untuk bertumbuh. Padahal, penduduknya sudah 1,79 juta jiwa. Mestinya, lanjut Yayat, dengan potensi dan sumber daya yang dimilikinya, Kota Tangerang bisa mengembangkan perekonomiannya sehingga tidak bergantung terlalu banyak pada Jakarta. 

    "Kota ini punya Cisadane sebagai kekuatan sekaligus bisa dijadikan wisata air. Sayangnya, hingga saat ini potensi tersebut kurang dimanfaatkan," ujarnya. 

    Selain itu, Kota Tangerang juga bisa menghidupkan potensi usaha kecil menengah masyarakatnya sebagai kota wisata kuliner. Hal ini dapat menjadikan kota ini lebih modern berbasis kemampuan ekonomi masyarakatnya sendiri.

    "Oleh karena itu, Pemerintah Kota perlu melakukan kerja sama dengan daerah-daerah di dalam lingkup Tangerang Raya, yakni Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan, khususnya di wilayah perbatasan. Tujuannya untuk lebih meningkatkan daya tarik dan memudahkan kehidupan penduduknya sendiri," kata Yayat. 

    Terciptanya sinergi yang kuat dalam arti tidak tersekat-sekat seperti saat ini, lanjut Yayat, antara tiga daerah tersebut akan menghasilkan sebuah sistem infrastruktur yang terintegrasi dengan baik. Jaringan transportasi, jalan raya, masalah sanitasi, kebutuhan air, dan hunian bisa diselesaikan. 

    Pemerintah Kota Tangerang juga perlu proaktif merangkul pihak-pihak pemangku kepentingan, misalnya dengan pihak otoritas Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan pengembang-pengembang besar yang "menguasai" Kota Tangerang. Tanpa hubungan baik dan kesepahaman visi dan misi, Kota Tangerang bisa menderita ketimpangan antara satu wilayah yang dibangun dengan begitu baik oleh pihak swasta dengan wilayah hasil pembangunan Pemkot yang kumuh dan tidak terawat.
    Editor : Latief

    Sumber : Kompas

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Feng Shui

    Otomotif

    Promo