• Breaking News

    Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Silahkan dengarkan Glest Radio 774 AM Streaming Di Sini...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::...GLEST GO Green...:::...Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

    Wah Pembangunan Jembatan Kedaung-Sepatan Senilai Rp 23 M Mandek

    GlestRadio.com - Pemkot Tangerang kesulitan berkoordinasi dengan Gubernur Banten, Atut Chosiyah, beberapa minggu terakhir. Pasalnya, sejumlah megaproyek di Kota Tangerang yang membutuhkan campur tangan Pemprov Banten terkendala.

    Salah satunya, proyek pembangunan jembatan penghubung Kelurahan Kedaung Wetan, Neglasari, Kota Tangerang dengan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, terhenti.

    Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan, Pemkot Tangerang sudah melayangkan surat kepada Pemprov Banten, khususnya kepada Gubernur Banten, Atut Chosiyah terkait beberapa megaproyek Pemprov Banten dan terhentinya pembangunan jembatan penghubung Kedaung-Sepatan.

    "Sudah kami layangkan surat ke provinsi sejak dua minggu lalu. Akan tetapi, hingga saat ini belum juga ada jawaban. Untuk itu, ya kami tunggu saja," kata Arief seusai memimpin rapat koordinasi dan evaluasi camat, lurah, kepala puskesmas, Kepala UPTD Pendidikan Dasar dan kepala SKPD se-Kota Tangerang, Senin (21/10/2103).

    Namun, disinggung alasan Pemprov Banten yang belum juga menjawab surat tersebut karena sedang tersandung kasus dugaan suap Pemilukada Lebak, Arief enggan berkomentar. Bahkan, dia pun juga tidak mengetahui jumlah anggaran yang digunakan untuk pembangunan jembatan itu.

    "Wah, kalau alasannya saya kurang tahu. Akan tetapi, yang pasti kami sudah kirim surat dari dua minggu lalu. Kalau soal nilai anggaran proyek pembangunan jembatan Kedaung-Sepatan, saya juga tidak tahu," katanya.

    Namun demikian, Arief tak menampik jika proyek jembatan tersebut sudah seharusnya dilaksanakan. Mengingat masyarakat juga membutuhkan sarana transportasi yang aman dan nyaman.

    "Kalau ditanya urgennya, ya sudah urgen sekali, karena selama ini mereka menyeberang hanya menggunakan perahu eretan," ujarnya.

    Menurut Arief, ada tiga megaproyek pembangunan di Kota Tangerang yang saat ini membutuhkan peranan langsung Pemprov Banten. Seperti proyek kereta api bandara, pembangunan tol Jakarta Outer Ring Road II yang menghubungkan Kota Tangerang dan Tangerang Selatan, serta pembangunan jembatan menghubungkan kota dan kabupaten yang ada di Kedaung, Sepatan.

    "Semua itu perlu pembebasan lahan, dan kami perlu arahan langsung dari Pemprov Banten," kata Arief.

    Selain dengan cara formal seperti mengirim surat, Arief mengaku, juga mencoba menemui Atut dalam acara-acara tertentu, seperti peresmian RSUD Serang dan paripurna DPRD Banten.

    "Namun, hal itu juga tidak membuahkan hasil, Gubernur terkesan menjaga jaraklah, saya jadi bingung," katanya. 

    Sumber : Pikiran Rakyat

    1 komentar:

    1. Pemerintahnya tidak serius dalam melanjutkan pembangunan. Padahal warga sangat butuh sekali jembatan penghubung ini karena jika memutar melalui jalan bayur kapasitas jalannya sudah sangat terbatas dan macet.
      Mohon segera untuk pembangunan jembatannya.

      BalasHapus

    Feng Shui

    Otomotif

    Promo